Berbicara tentang kelas atas dalam status masyarakat, tidak lepas dari pilihan gaya hidup mereka. Setidaknya dari pola pikir dan pilihan itulah kita bisa membedakan dengan cukup jelas antara kelas atas dan kelas sosial lainnya. Sebelum membahas lebih dalam mengenai pilihan gaya hidup kelas atas, terlebih dulu kita perlu memahami pengertian dari kelas sosial menengah atas.

Pengertian Kelas Sosial Menengah Atas

Kelas atas atau kelas menengah atas mengacu pada sebuah status sosial ekonomi di masyarakat yang dianggap mampu dan bisa hidup nyaman dengan standar hidup yang lebih tinggi dari masyarakat rata-rata. Mereka memiliki akses yang luas terhadap banyak fasilitas dan kemewahan.

Masyarakat kelas atas bisa memperoleh jenis pekerjaan dengan jumlah gaji yang tinggi karena mereka juga memiliki jenjang pendidikan yang cukup untuk masuk ke dalam kualifikasinya. Jika mereka mampu masuk ke jenjang pendidikan tinggi, artinya keahlian mereka juga lebih tinggi daripada masyarakat rata-rata.

Masyarakat kelas atas akan lebih memilih jenis pekerjaan kerah putih atau perkantoran karena gelar sarjana membuatnya masuk ke standar pekerjaan tersebut. Dengan gaji yang cukup, mereka bisa memiliki rumah dengan nyaman, memiliki kendaraan dan bisa pergi berlibur setidaknya satu tahun sekali. Bisa dibilang kelas atas merasakan manfaat dari struktur kapitalis.

Lihat juga : 15 Tips Bergaya Old Money Iklim Tropis

Identifikasi Kelas Atas

Kelas menengah atas bisa dengan mudah diidentifikasi menggunakan dua faktor, yaitu tingkat pendidikan dan pendapatan. Peneliti menyatakan bahwa kelas menengah atas mempunyai gaya hidup dan selera yang berbeda, inilah yang paling membedakan mereka dengan status sosial lainnya.

Terdapat sebuah penelitian yang melakukan interview dengan 160 orang lulusan sarjana yang bekerja sebagai tenaga profesional. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa batasan moralitas seperti integritas personal dan etos kerja, sosioekonomi seperti jumlah kekayaan dan kesuksesan secara profesional dan faktor budaya seperti IQ, tingkat pendidikan dan tata krama banyak menentukan batasan atau pembeda antara masyarakat kelas menengah atas dan masyarakat kelas bawah.

Dengan begitu, kita sudah tahu bahwa ada banyak faktor yang bisa membedakan dari kedua kelas tersebut, namun yang paling menentukan adalah jumlah pendapatan dan status profesionalitas mereka seperti jenis pekerjaan.

Contoh Pilihan Gaya Hidup Kelas Atas

Berikut ini adalah penjelasan secara rinci tentang pilihan gaya hidup masyarakat kelas atas supaya lebuh mudah memahami perbedaannya:

1. Status Pekerja Profesional

Mereka memiliki jenis pekerjaan yang memungkinkan mereka memperoleh gaji dengan jumlah tinggi dengan jenis pekerjaan khusus. Kita tahu bahwa setiap pekerjaan perkantoran menerapkan sistem kerja yang memisahkan tiap divisi dengan fungsi yang berbeda. Dengan sistem ini, diperlukan kumpulan orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus di bidang-bidang yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Sebagai contoh, perusahaan di bidang industri makanan akan membutuhkan bagian sales untuk menjual produk mereka. Kualifikasi untuk posisi sales adalah memahami strategi marketing dan pandai melakukan komunikasi untuk menarik pelanggan.

Kemudian di sisi lain, untuk meneliti dan menjaga kualitas produk makanan, dibutuhkan orang dengan keahlian yang berbeda, yaitu ahli dalam teknik pangan dan memiliki skill dalam bidang laboratorium. Semua keahlian khusus ini bisa didapatkan melalui jenjang pendidikan perguruan tinggi yang bisa diakses oleh masyarakat kelas atas.

2. Status Pendidikan

Berkaitan dengan status pekerja profesional, akses untuk bisa memperoleh status tersebut adalah dengan memiliki status pendidikan yang tinggi. Perusahaan besar umumnya akan memberlakukan standar minimal status pendidikan terakhir adalah Sarjana S1 yang didapat dari pendidikan tingkat Universitas.

Sedangkan untuk bisa masuk ke Universitas, biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit, sehingga yang mampu masuk ke dalam Universitas secara umum adalah masyarakat kelas menengah atas. Walaupun di sisi lain, ada juga program beasiswa di Universitas yang memungkinkan orang kurang mampu bisa memperoleh pendidikan tinggi di Universitas.

3. Sadar Akan Pendidikan

Masyarakat kelas atas sangat mempertimbangkan dan menghargai status pendidikan. Selain memiliki kemampuan secara finansial, mereka juga memiliki kesadaran akan pentingnya memiliki status pendidikan yang tinggi. Tidak hanya sebagai penguat kualifikasi untuk masuk ke pekerjaan profesional, akan tetapi juga kesadaran akan pembentukan moral yang baik melalui pendidikan yang layak.

Kesadaran inilah yang menjadi salah satu pembeda paling menonjol antara masyarakat kelas atas dan masyarakat kelas bawah. Bagi masyarakat kelas bawah, kesempatan untuk bisa memperoleh pendidikan yang layak sebenarnya masih terbuka, namun seringkali mereka mengabaikan kesempatan itu karena kurangnya kesadaran dan tidak adanya kemampuan secara finansial.

4. Akses Sosial dan Budaya

Pada saat masyarakat kelas atas memiliki akses yang lebih luas, maka mereka memiliki cakupan interaksi yang lebih luas. Mereka bisa bertemu dengan orang yang memiliki kekuasaan atau memiliki kekayaan moderat, yang mana ini adalah ciri dari modal sosial.

Dengan memiliki modal sosial ini, masyarakat kelas atas akan lebih mudah mencapai tujuan mereka untuk meraih gelar pendidikan di tingkat Universitas, inilah yang disebut sebagai modal budaya.

Luasnya cakupan interaksi akan memberikan banyak informasi dan koneksi yang artinya akan memperluas kesempatan untuk memiliki akses ke banyak hal, mulai dari fasilitas kelas atas, pendidikan kelas atas, memiliki pekerjaan profesional dan memiliki pemasukan kelas atas.

5. Pekerja Otonom

Artinya mereka punya otonomi di tempat kerja karena punya lebih banyak waktu luang. Mereka bisa membuat keputusan sendiri saat di tempat kerja walau tidak ada arahan dari atasan mereka. Untuk bisa melakukan hal ini tentunya perlu adanya pemahaman teknis dan juga risiko dari perbuatan tersebut.

Maka dari itu, ini kembali berkaitan dengan tingkat pendidikan yang mempengaruhi pola pikir kritis, di mana ini sangat berguna bagi keberlangsungan sistem di dalam perusahaan. Ini akan meningkatkan efisiensi dalam kerja sistem dan membantu perusahaan dalam menyelesaikan masalah.

6. Memiliki Sifat dan Sikap Penggerak

Secara umum, masyarakat kelas atas akan banyak membentuk dan mempengaruhi opini publik. Sebagai contoh, mereka banyak mempromosikan gerakan sosial lingkungan seperti hidup sehat tanpa rokok, mendorong gerakan anti narkoba dan lain sebagainya.

Status kelas atas yang dirasakan akan membentuk sikap lebih peduli dan berani dalam menyuarakan pendapat. Ini karena mereka merasa memiliki status yang tinggi dan bertanggungjawab atas moral masyarakat yang statusnya ada di bawahnya. Dengan pemahaman yang baik, sikap ini akan memberikan manfaat yang positif tanpa ada maksud menguasai atau merendahkan kelas lain.

7. Mandiri Finansial

Masyarakat kelas atas tidak memiliki ketakutan yang besar akan krisis ekonomi di kehidupan mereka atau saat terjadi perampingan jumlah karyawan di perusahaan. Ini karena mereka sudah memiliki kematangan dan kesiapan finansial yang sudah dibentuk sejak lama.

Ini tentu bisa berjalan karena adanya kesadaran keamanan finansial. Kesadaran finansial ini juga dibentuk oleh hasil pendidikan dan interaksi dengan kelas sosial yang tinggi dan lebih luas. Pada dasarnya perilaku dan kesadaran terbentuk berkat lingkungan yang mereka tinggali.

8. Akses Kesehatan yang Berkualitas

Selain akses pendidikan, masyarakat kelas atas juga memiliki akses kesehatan yang lebih baik dari kelas lainnya. Tidak hanya akses fasilitas kesehatan, mereka juga sudah punya kesadaran akan menjaga kesehatan dengan lebih baik.

Menurut data statistik, masyarakat kelas atas akan memiliki kemungkinan hidup yang lebih lama dibanding masyarakat kelas bawah. Ini diperkuat karena kekuatan finansial masyarakat kelas atas memungkinkan mereka untuk memperoleh sumber makanan yang lebih berkualitas dan sehat. Selain itu, mereka juga bisa masuk ke fasilitas kesehatan seperti gym dan kelas kesehatan lainnya.

9. Kepemilikan Rumah

Masyarakat kelas atas umumnya akan memiliki rumah sendiri tanpa harus membayar biaya sewa bulanan. Dalam hal ini, orang yang memiliki rumah dengan mengangsur juga masih masuk ke kelas menengah atas, mengingat proses dan besaran biaya angsuran juga membutuhkan pemasukan yang besar dan ini didapat dari pekerjaan profesional, di mana masyarakat bawah tidak memiliki akses ini.

10. Investasi Real Estate

Ada banyak jenis investasi yang berkembang saat ini dan salah satunya adalah jenis investasi real estate mewah. Salah satu investasi yang sedang marak saat ini adalah investasi saham atau koin kripto, namun investasi ini ternyata lebih banyak dilakukan oleh masyarakat kelas menengah bawah.

Selain investasi real estate, banyak orang kelas atas yang berinvestasi di bidang manufaktur dengan membangun gedung untuk area produksi. Mereka juga akan mempekerjakan orang supaya mereka bisa memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat kelas bawah.

Selain berinvestasi pada gedung, mereka juga banyak melakukan investasi pada peralatan penunjang usaha mereka. Misalnya mereka akan berinvestasi pada pengadaan alat produksi untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka atau investasi berupa tenaga kerja yang mereka ikutkan ke banyak pelatihan dan seminar untuk meningkatkan skill yang berguna bagi perusahaan.

11. Mengutamakan Pendidikan Tinggi untuk Anak

Pendidikan anak menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh masyarakat kelas atas. Ini berangkat dari kesadaran mereka sendiri dalam memilih jenjang pendidikan. Mereka juga merasakan manfaat dari pendidikan yang tinggi, sehingga mereka menginginkan anak mereka memiliki akses yang luas terhadap pendidikan.

Terlebih lagi status pekerjaan dan jumlah pemasukan mereka yang besar bisa memungkinkan hal tersebut. Tidak heran jika persentase anak yang berasal dari kelas atas meneruskan jenjang pendidikan mereka hingga ke tingkat Universitas

Kesadaran akan pendidikan anak bisa menjadi hal yang tak ternilai. Bukan hanya untuk kebaikan sang anak, tetapi juga memberikan keuntungan bagi orang tua. Dengan pendidikan yang baik, anak akan tahu bagaimana cara bertahan hidup atau bahkan mengembangkan apa yang sudah ada. Dengan begitu, orang tua tidak akan terlalu khawatir dan bisa mengandalkan mereka.

Masyarakat kelas atas memiliki banyak faktor yang membedakan mereka dengan kelas masyarakat lainnya. Kemampuan mereka untuk mengakses dan memperoleh penghasilan yang besar tentunya akan selara dengan gaya hidup dan pilihan mereka. Bukan untuk memamerkan kekayaan, akan tetapi lebih pada kebutuhan hidup yang berbeda dari kelas sosial yang lain.

Semoga dengan ulasan di atas, Anda jadi tahu bagaimana mendefinisikan masyarakat kelas atas dan membedakannya dengan masyarakat kelas bawah. Parameter yang disebutkan juga bisa Anda gunakan untuk membantu mengidentifikasi Anda masuk ke kelas masyarakat yang mana.

Memahami Pilihan Gaya Hidup Kelas Atas